Sabtu, 09 April 2016

Republic Of Ghana
Republik Ghana (Ghana)



Profil singkat: 
  • Ibukota : Accra
  • Presiden (sekarang) :  John Dramani Mahama
  • Bahasa Resmi : Inggris
  • Pemerintahan : Republik Presidensial
  • Luas : 238.535  km2
  • Penduduk : 25,5 juta jiwa
  • Mata Uang : Cedi







Sejarah Pemerintahan:

      Ghana mengalami serangkaian panjang kudeta sebelum Letnan Jerry Rawlings mengambil alih kekuasaan pada tahun 1981 dan melarang partai politik. Setelah menyetujui konstitusi baru dan memulihkan politik multipartai pada tahun 1992, Rawlings memenangkan pemilihan presiden pada tahun 1992 dan 1996 namun secara konstitusional dicegah dari berjalan untuk masa jabatan ketiga tahun 2000. John Kufuor menggantikan dia dan terpilih kembali pada tahun 2004. John Atta Mills memenangkan pemilu pada tahun 2008 dan mengambil alih sebagai kepala negara, tetapi dia meninggal pada bulan Juli 2012 dan konstitusional digantikan oleh wakil presidennya, John Dramani Mahama, yang kemudian memenangkan pemilihan presiden bulan Desember 2012 hingga sekarang.

Politik:
   
        Undang-undang Dasar yang kini dianut diberlakukan sejak tanggal 26 April 1992 melalui referendum. Menurut UUD itu, Ghana adalah sebuah negara demokratis. Ghana mengupayakan terwujudnya kebebasan dan keadilan, menghormati hak asasi manusia, kebebasan dan kehormatan. Presiden adalah kepala negara, kepala pemerintah dan panglima angkatan bersenjata dengan masa bakti 4 tahun dan dapat terpilih kembali sekali. Kabinet dibentuk oleh presiden dan memperoleh izin dari parlemen. Parlemen dapat melaksanakan hak pembentukan UUD setelah meratifikasi rancangan undang-undang dan melalui izin presiden. 

Ekonomi:
 
      Meskipun ukurannya yang relatif kecil, Ghana saat ini salah satu negara terkemuka Afrika dan salah satu dari beberapa di benua diharapkan dapat memenuhi Millenium Development Goal dari mengurangi separuh angka kemiskinan pada tahun 2015. Ghana merupakan salah satu negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi tercepat di benua Afrika, sebagian besar didorong oleh sumber daya alam yang kaya dan produksi pertanian yang kuat.



     Emas dan kakao merupakan sumber tradisional utama mata uang asing bagi negara Ghana, kemudian pada tahun 2007 harapan meningkatnya perekonomian menjadi lebih tinggi setelah ditemukannya cadangan minyak lepas pantai utama.

    

      Ghana merupakan salah satu contoh negara berkembang di Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak "Economic Recovery Program" dicanangkan tahun 1983, pertumbuhan ekonomi Ghana mencapai rata-rata 5% per-tahun, suatu angka yang sudah tergolong tinggi untuk ukuran Afrika. Tidak ada hal yang aneh dari prestasi tersebut. Kita semua, terutama dari kawasan Asia Pasifik, sudah faham dengan indikator yang umumnya menyertai keberhasilan tersebut: perekonomian yang makin terbuka (porsi ekspor impor dalam GDP Ghana naik dari 32% tahun 1986 menjadi 55% tahun 1994), peran sektor swasta makin besar, dan proses perubahan struktural dari pertanian ke industri juga terjadi dengan cepat. Implikasi pertumbuhan juga tidak terlalu mengherankan. Tingkat kemiskinan di Ghana turun dari 37% tahun 1987 menjadi 32% tahun 1991, dan proses perbaikan semacam ini terjadi baik di kota maupun di daerah pedesaan.

Masalah di Ghana: 

     Pada tahun 2015, yang menjadi masalah besar bagi perekonomian Ghana adalah kurangnya listrik yang konsisten. Kemudian pemerintahan Mahama mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki situasi tersebut, sedikit kemajuan yang telah dibuat. Ghana menandatangani fasilitas kredit $920.000.000, diperpanjang dengan IMF pada bulan April 2015 untuk membantu mengatasi krisis ekonomi yang berkembang. Target fiskal IMF akan sedikit memaksa Ghana untuk mengurangi defisit fiskal dengan memotong subsidi, penurunan sektor publik, dan meningkatkan pendapatan. Tantangan bagi pemerintah Ghana akan datang sebagai Administrasi Mahama pendekatan siklus pemilu 2016 menghadapi ketidakpuasan publik di tengah penghematan ekonomi.
     Disisi lain ada masalah yang masih harus di hadapi oleh Pemerintah dan masyarakat Ghana. Setiap tahunnya, jutaan ton sampah elektronik dihasilkan dari seluruh dunia, terutama dari negara barat seperti Eropa dan kawasan Amerika Utara. Namun, banyak yang belum mengetahui jika sampah tersebut ternyata dibuang di benua Afrika. Ghana adalah salah satu negara yang menjadi tempat pembuangan sampah elektronik terbesar di Afrika.




      Agbogbloshie di Ghana menjadi contoh sisi buruk dari globalisasi: Akhir yang menyakitkan bagi rantai suplai di mana anak-anak berjalan telanjang kaki mengumpulkan logam demi imbalan recehan. Asap hitam beracun membuat langit di atas Agbogbloshie terlihat kelam. Tujuan terakhir sampah elektronik yang dikirim dari seluruh dunia. Sekitar 50.000 orang, termasuk anak-anak, tinggal di pinggiran kota Accra ini - di salah satu tempat pembuangan sampah elektronik terbesar di dunia. Berton-ton alat elektronik kuno dibakar di alam terbuka, menyebabkan kulit siapapun yang melintas terasa terbakar dan gatal. Bahkan ada rasa seperti logam dalam mulut, dan kepala berdenyut-denyut.Kabel dan papan sirkuit dibakar demi mendapatkan emasnya orang miskin: tembaga, aluminium, timbal - bahan mentah yang berharga bagi industri. 

 


     Situs Fox News menulis, para pekerja menghancurkan berbagai perangkat keras itu dengan menggunakan palu besar. Setelah menjadi potongan kecil, barulah mereka bakar. Pada 2012, dunia ini menghasilkan sekitar 49 juta ton limbah elektronik. Jumlahnya diperkirakan akan mencapai 65 juta ton per tahun pada 2017 mendatang.

      Melihat peningkatan jumlah sampah elektronik tersebut, berdasarkan undang-undang baru yang dibuat Uni Eropa yang berlaku 14 Februari 2014, tertulis bahwa negara-negara penghasil sampah harus mendaur ulang setidaknya 45 persen dari sampah elektronik per tahun. Hal ini dilakukan agar meminimalisir ekspor ilegal sampah elektronik tak terpakai ke negara lain. 

Diplomasi Ghana:

    Ghana menjalankan politik luar negeri praktis. Titik berat diplomasi adalah mengembangkan hubungan dengan negara-negara maju barat dan mengupayakan dukungan politik, ekonomi dan militer dengan mereka. Mengupayakan hidup berdampingan secara damai dan saling kerja sama dengan negara-negara tetangga, berupaya memelihara perdamaian dan stabilitas regional, mendorong maju proses integrasi regional Afrika Barat. Dengan aktif berpartisipasi dalam kerja sama regional dan internasional, membentuk citra sebagai negara penting di Afrika barat dan meningkatkan pengaruhnya di dunia internasional. Mengintensifkan hubungan dengan negara-negara berkembang, mendorong kerja sama ekonomi dan perdagangan. Ghana adalah salah satu negara sponsor Uni Afrika dan Non Blok.

Hubungan dengan Tiongkok: Ghana menggalang hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tanggal 5 Juli 1960, dengan latar belakang perang dingin antara Barat dan Timur dan perjuangan gerakan pembebasan nasional di benua Afrika, Dr. Kwame Nkrumah dari Ghana dan Mao Zedong dari China membuat keputusan bersejarah untuk membangun diplomatik hubungan antara kedua negara dengan visi strategis yang luar biasa, sehingga membuka era baru hubungan bilateral.



Referensi :

http://www.bbc.com/news/world-africa-13433791

http://edition.cnn.com/2014/02/26/world/africa/ghana-history-overview-on-the-road/index.html

http://search.viva.co.id/search?q=ghana&n=20&p=9&t=json&p=13

http://teknologi.news.viva.co.id/news/read/618055-beginilah-kuburan-sampah-elektronik-terbesar-di-dunia